
Gamis pria telah menjadi bagian dari budaya berpakaian di banyak negara. Setiap negara memiliki model dan ciri khas tersendiri dalam desain gamis pria, baik dari segi bahan, motif, maupun cara pemakaiannya.
Meskipun umumnya digunakan untuk acara keagamaan atau formal, gamis pria kini juga berkembang menjadi pakaian sehari-hari di beberapa negara. Artikel ini akan membahas tentang jenis gamis pria, asalnya, serta bagaimana cirinya.
Jenis Gamis Pria dan Ciri Khasnya

Gamis merupakan pakaian panjang yang identik dengan wanita Muslim. Akan tetapi, jenis pakaian ini ternyata juga umum digunakan oleh pria, terutama di negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah.
Berbeda dengan gamis wanita yang punya banyak model dan motif, kamu mungkin mengenali gamis pria terlihat sama ketika dikenakan. Padahal, pakaian pria yang punya banyak sebutan ini ternyata memiliki jenis serta ciri khasnya sendiri. Berikut adalah beberapa jenis gamis pria yang populer di berbagai negara:
1. Thobe (Arab Saudi dan Timur Tengah)
Jenis gamis pertama adalah Thobe, atau sebutan lainnya dishdasha. Gamis pria ini berasal dari Timur Tengah, dan menjadi pakaian kaum Adam di negara Arab Saudi dan Kuwait. Gamis ini memiliki potongan lurus dan panjang hingga ke mata kaki, sering dipakai dalam acara formal maupun sehari-hari oleh pria Timur Tengah.
Ciri khas thobe adalah desainnya yang simpel dengan warna dominan putih atau krem. Terbuat dari kain ringan seperti katun, gamis ini dirancang agar nyaman dipakai di iklim panas. Beberapa varian memiliki kancing di bagian atas untuk tampilan lebih formal.
Di Indonesia, thobe bisa dibilang cukup populer. Kalau kamu ingin membuat thobe berkualitas unggul untuk harian atau acara formal, brandname bisa jadi rekomendasi tempat yang tepat.
2. Jubah (Indonesia & Malaysia)
Sementara itu, di Indonesia dan Negeri Jiran Malaysia, jubah merupakan sebutan untuk gamis pria, Meski, tak sedikit pula masyarakat Indonesia yang menyebut pakaian pria ini dengan sebutan gamis, seperti gamis yang sering dipakai wanita.
Pada dua negara tersebut, gamis pria merupakan pakaian yang populer untuk acara keagamaan, seperti shalat Jumat dan hari raya besar. Jika dilihat sekilas, jubah mempunyai model yang mirip dengan thobe. Hanya, gamis khas Indonesia serta Malaysia punya lebih banyak variasi dalam warna serta motif.
Jubah sering dibuat dari bahan katun, satin, hingga sutra untuk memberikan kesan mewah. Beberapa model juga memiliki bordiran di bagian kerah dan lengan, sedangkan warna yang tersedia bervariasi dari putih, hitam, hingga warna-warna modern seperti navy dan marun.
3. Kandura (Uni Emirat Arab)
Kandura merupakan sebutan untuk gamis pria yang banyak dipakai oleh pria di Uni Emirat Arab dan Oman. Secara tampilan, kandura pun bisa dibilang mirip dengan thobe, tetapi ada perbedaan dalam detail desainnya.
Ciri khas kandura adalah desainnya minimalis tanpa tambahan kerah dan kancing. Gamis pria dari negara Uni Emirat Arab ini juga umumnya berwarna putih polos dan memiliki panjang hingga mata kaki, memberikan kesan elegan dan nyaman untuk cuaca panas.
4. Jubba (Pakistan & India)

Jenis gamis lainnya adalah Jubba, yang populer untuk pria di negara kawasan Asia Selatan seperti Pakistan serta India. Modelnya lebih longgar dibandingkan gamis Timur Tengah dan sering dipadukan dengan celana longgar bernama salwar.
Ciri khas jubba terletak pada potongannya yang longgar, sehingga membuat pria merasa nyaman saat bergerak. Gamis ini juga sering dihiasi dengan bordiran di bagian dada dan lengan serta memiliki variasi warna yang lebih beragam dibandingkan thobe dan kandura.
5. Djellaba (Maroko & Afrika Utara)
Djellaba merupakan sebutan untuk gamis pria yang berasal dari negara sekitar Maroko dan Afrika Utara. Keunikan utama dari jenis gamis ini yaitu adanya tudung atau hoodie pada bagian belakang.
Gamis ini biasanya terbuat dari bahan yang lebih tebal atau wol, sehingga cocok untuk dikenakan saat udara dingin, terutama pada malam hari. Selain itu, motif garis atau pola sederhana sering ditemukan pada djellaba, menjadikannya lebih khas dibandingkan jenis gamis lainnya.
6. Boubou (Afrika Barat)
Boubou adalah gamis pria tradisional yang berada di kawasan Afrika Barat, seperti Nigeria, Senegal, dan Mali. Modelnya sangat berbeda dengan gamis yang berasal dari Timur Tengah karena memiliki potongan yang lebih lebar.
Ciri khas boubou adalah desainnya yang sangat longgar untuk memberikan kenyamanan dalam cuaca panas. Gamis ini juga sering dihiasi dengan motif khas Afrika dan dibuat dari kain berwarna cerah dengan corak yang mencolok.
Gamis pria di berbagai negara memiliki desain dan karakteristik yang mencerminkan budaya setempat. Setiap jenis gamis tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya, tradisi, dan kenyamanan yang berpadu sempurna.
Dari desain minimalis seperti thobe hingga boubou yang penuh warna, gamis pria telah menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak komunitas. Beragamnya model gamis juga menunjukkan bagaimana setiap negara memiliki ciri khasnya dalam berpakaian. Dengan berbagai pilihan bahan, motif, serta model, gamis pria dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
Jika kamu sedang mencari gamis pria berkualitas, Beqamis menjadi tempat yang tepat untuk menemukan semua kebutuhan. Tersedia berbagai model thobe, dengan pilihan warna, motif, dan ukuran yang beragam.
Kamu juga bisa mendesain sendiri gamis sesuai preferensi untuk hasil yang lebih optimal. Akses di sini untuk informasi lengkapnya, atau hubungi langsung untuk menanyakan detail produk.